Jakarta-Dukungan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP). Kira-kira demikian benang merah yang bisa ditarik dari model pelaksanaan PIP yang dilakukan beberapa daerah. Salah satu contohnya adalah Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rohim, mengungkapkan, Pemerintah Propinsi Kalimantan Selatan sangat mendukung PIP sebagai bentuk pelayanan pendidikan untuk publik. Salah satu bentuk dukungannya, lanjut Rohim, adalah penguatan tata kelola pelaksanaan PIP.
“Dukungan dan komitmen kami juga dilakukan melalui bantuan siswa kurang mampu berupa peralatan sekolah dengan anggaran dari APBD, “ujar Rohim.
Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan PIP yang juga menarik untuk dijadikan inspirasi adalah seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Menyadari bahwa provinsi yang merupakan pemekaran dari Provinsi Maluku itu terdiri dari pulau-pulau, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melakukan terobosan untuk mempermudah sekolah dan siswa dalam hal aktivasi rekening dan penarikan dana PIP di rekening.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara, Abubakar Abdullah mengtakan, di Propinsi Maluku Utara ada Kabupaten Sula dan Kabupaten Pulau Taliabu yang belum ada bank penyalur sehingga memberatkan sekolah dan siswa untuk aktivasi rekening dan penarikan dana PIP di bank penyalur di Ternate.
“ Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalokasikan Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah(BOSDA) di APBD untuk diberikan ke satuan pendidikan di kedua kabupaten itu agar digunakan sebagai dana transportasi aktivasi rekening dan penarikan dana PIP di Ternate, “kata Abubakar.
Selain itu, menurut Abubakar, sekolah merupakan ujung tombak dari pelaksanaan PIP. Karena itu, Dinas Pendidikan propinsi dan Kota/kabupaten, sekolah, guru dan orangtua bersinergi memperkuat manajemen atau tata kelola PIP sekolah dengan meningkatkan monitoring dan pengawasan.
“Pimpinan sekolah terus kita edukasi terkait update data siswa di Dapodik. kitajuga tingkatkan sinergitas antara Pemda kabupaten,sekolah, guru dan orang tua sehingga data siswa tepat sasaran serta tidak ada pemotongan dana PIP untuk alasan apapun, “tegas Abubakar.
Pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta, 25 Mei 2026 kemarin, Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan memperoleh penghargaan sebagai pengelola PIP terbaik II tingkat propinsi. Sedangkan Dinas Pendidikan Maluku Utara memperoleh penghargaan pengelola PIP terbaik III.
Untuk tingkat Kabupaten/Kota, penghargaan sebagai pengelola PIP terbaik I diraih oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, DIY Yogyakarta dan terbaik II diperoleh oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengungkapkan, pihaknya selalu melakukan peningkatan kapasitas dan kompetensi pengelola PIP di satuan pendidikan dan sekaligus memberikan insentif. Hal lain yang juga dilakukan adalah bekerjasama dengan dinas sosial dalam mengupdate data-data keluarga di DTSEN.
“Di DTSEN kan terbagi desil-desil, dan prioritas penerima PIP itu di desil 1-4, nah kita lakukan cek di DTSEN dan kerjasama dengan dinas sosial, apakah data-data ini sudah diupdate atau belum, apakah keluarga ini masuk desil 1-4 atau tidak, “kata Nugroho.

Selain itu, tambah Nugroho, pihaknya terus memberi motivasi pada orang tua untuk mengaktivasi rekening bagi yang belum.
“Intinya, kerjasama dinas, sekolah dan orang tua merupakan kunci keberhasilan PIP, “tegasnya.
Menurut Nugroho, keberhasilan PIP itu tidak hanya tersalurkan tapi juga bermanfaat.
“Kami juga tekankan pada sekolah dan siapapun untuk tidak melakukan pemotongan dana PIP atas alasan apapun karena PIP itu harus diterima utuh oleh siswa, “ucapnya.
Hal yang sama juga dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yakni dengan melakukan pendekatan dan sosialisasi secara persuasif, aktif melakukan monitoring dan validasi data siswa. “Kami juga ingin memastikan ke satuan pendidikan untuk tidak melakukan pemotongan dana bantuan PIP untuk alasan apapun, “kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra.
Pada Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional 2026 itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan, pemberian penghargaan bertujuan untuk mendorong inovasi dan kolaborasi semua pihak untuk ciptakan pendidikan bermutu yang merata, inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui pemberian penghargaan ini, kami berharap, semoga semangat kolaborasi dan inspirasi terus menyala, “tegas Suharti.
Dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan dari berbagai kalangan, Pada malam Tasyakuran itu diberikan 97 penghargaan dari berbagai kategori untuk dinas pendidikan kabupaten/kota, propinsi, satuan pendidikan, pegiat pendidikan, mitra, satuan pendidikan, dan kategori-kategori lainnya.