Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)terus meningkatkan profesionalisme, kualitas, serta kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Tahun 2025 lalu, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai tunjangan seperti Tunjangan Profesi Guru (TPG)kepada lebih dari 1,4 juta guru, Tunjangan Khusus Guru (TKG) kepada lebih dari 57 ribu guru, dan Tambahan Penghasilan guru kepada lebih dari 191 ribu guru.
Khusus untuk guru non-ASN, tahun 2025 lalu, telah disalurkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 400 ribu guru, Tunjangan Khusus Guru (TKG) kepada lebih dari 43 ribu guru, Bantuan Insentif kepada lebih dari 365 ribu guru, serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada lebih dari 253 ribu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.
” Kemendikdasmen terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan pendidik dan pembangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, “ungkap Direktur Jenderal Guru, Tenaga Pendidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, di Jakarta, Kamis (22/1).
Selanjutnya untuk tahun 2026, tambah Nunuk, Kemendikdasmen telah menaikkan nominal Bantuan Insentif dari sebelumnya Rp.300.000 menjadi Rp. 400.000 per orang per bulan, dengan target penerima sebanyak 798.905 guru.
“Kenaikan ini menurutnya diharapkan akan mendorong profesionalisme guru, peningkatan mutu pembelajaran, dan menjadi motivasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas, “kata Nunuk.
Sementara untuk meningkatkan kompetensi akademik serta penguatan kapasitas guru, Kemendikdasmen juga akan melanjutkan melalui program Peningkatan Kualifikasi Akademik S-1/D-4 Guru.
“Kesejahteraan guru merupakan fondasi dasar dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua. Oleh karena itu, Kemendikdasmen berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” pungkas Dirjen Nunuk.
Baca juga : Program Prioritas Nasional Tahun 2025 Terlampaui, Kinerja Anggaran Kemendikdasmen Dinilai Sangat Baik

Dampak Nyata Tunjangan Guru
Beberapa guru menyatakan rasa syukur dan apresiasi atas penyaluran berbagai bantuan tersebut. Salah satunya adalah Ismi Ifarianti, guru TK Negeri Bendungan Hilir, Jakarta. Ia sangat bersyukur menjadi salah satu penerima bantuan dan merasa jerih payahnya sebagai guru di jenjang PAUD sudah sangat dihargai oleh pemerintah.
“Bantuan ini membantu meringankan kebutuhan saya sehari-hari, memberikan ketenangan, menjadi fokus dan lebih semangat mendampingi anak-anak sekolah kami untuk belajar dan tumbuh berkembang. Perkembangan baik juga sangat saya rasakan dalam proses penyaluran tunjangan ini,” tutur Ismi.
Hal serupa juga dirasakan oleh Tiar Krisnawan, guru SD Negeri Cimone 3, Tangerang, Banten. Menurutnya, tunjangan ini berperan penting sebagai upaya peningkatan kesejahteraan guru, khususnya dari sisi ekonomi dan keseimbangan hidup. “Dengan tunjangan ini kami merasa lebih dihargai, termotivasi untuk berkembang, dan memenuhi kebutuhan hidup secara jauh lebih baik,” ujar Tiar.