Jakarta– Salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)tahun 2026 adalah digitalisasi pembelajaran melalui penyaluran Papan Digital Interaktif (PID). Program ini melanjutkan program tahun 2025 lalu yaang diapresiasi para pemangku kepentingan sehingga Kemendikdasmen memperoleh kategori sangat baik berdasarkan Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan atau Stakeholder Satisfaction Survei/SSS.
Dengan pemanfaatan PID dalam pembelajaran, siswa dapat melihat dan memahami proses ilmiah atau sains secara konkret. Sebelumnya, pembelajaran Sains di sekolah kerap berhenti pada rumus yang dihafalkan, bukan proses yang dipahami. Konsep abstrak seperti teori kinetik gas, yang menjelaskan hubungan tekanan, volume, dan suhu, sering sulit dimengerti oleh siswa. Melalui pemanfaatan PID, pembelajaran kini bergerak dari sekadar abstraksi menuju visualisasi, sehingga siswa dapat melihat dan memahami proses ilmiah secara konkret.
Melalui pemberian PID sebagai bagian dari transformasi cara belajar melalui pendekatan deep learning ini, Kemendikdasmen berharap adanya peningkatan kualitas pendidikan.
Tahun 2025 lalu, Kemendikdasmen telah menyalurkan Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan. Dukungan ini dilengkapi dengan penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan. Tahun 2026 ini, satuan pendidikan yang telah memperoleh PID akan dilakukan pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran tersebut.
Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, program Digitalisasi Pembelajaran melalui pemanfaatan PID mendorong pembelajaran yang lebih bermakna. Teknologi tidak diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat pemahaman konseptual, menumbuhkan daya pikir kritis, dan menghadirkan proses belajar yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan zaman.
Ditambahkan Abdul Mu’ti, program Digitalisasi Pembelajaran bukan sekadar pemenuhan sarana prasarana, melainkan strategi untuk menjangkau wilayah yang sulit secara geografis.
“Digitalisasi Pembelajaran menjangkau lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dan kami tentu saja sangat berharap agar pemenuhan sarana prasarana ini dapat menjadi semangat untuk kita memberikan layanan pendidikan yang bermutu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa untuk daerah yang sulit dijangkau, pemerintah memberikan paket bantuan lengkap. “Kami tidak hanya mengirimkan PID, tetapi kami juga bantu listriknya dan jaringannya dengan Starlink, sehingga PID dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh,” imbuhnya.
Baca juga : Abdul Muti: Sekolah, Keluarga, Masyarakat, dan Media Harus Bersinergi Bangun Pendidikan Bermutu

Membantu siswa memahami materi
Testmoni manfaat PIP dirasakan oleh tenaga pendidik dan siswa. Kepala SMAN 1 Indralaya, Ogan Komiring Ulu Timur, Sumatera Selatan, Pudyo Laksono. Ia menjelaskan bahwa keberadaan papan interaktif ini sangat membantu siswa memahami materi pelajaran yang sebelumnya sulit dibayangkan. Contohnya seperti saat guru memvisualisasikan Teori Kinetik Gas.
“Terkait teori kinetik gas pada hukum Boyle misalnya, siswa kini tak lagi sekadar mengabstraksi hubungan antara tekanan, volume, dan suhu, melainkan dapat melihat visualisasi pergerakan partikel secara langsung melalui papan interaktif digital. Saat simulasi pompa dilakukan untuk menekan partikel di dalam wadah, siswa dapat mengamati terjadinya pergesekan antarpartikel hingga munculnya indikator tutup wadah yang terlepas, yang secara konkret menunjukkan adanya tekanan yang sangat besar dalam sistem tersebut,” jelasnya.
Menurut Pudyo, pemanfaatan PID dilakukan secara kolaboratif melalui komunitas belajar.
“Tim mutu sekolah melakukan proyek percontohan dan pengimbasan kepada guru-guru lain mengenai prosedur operasional standar penggunaan perangkat agar tetap awet dan terjaga,”ujarnya.
Testimoni lain diungkapkan Marion, Kepala SMPN 1 Lubuk Liat, juga di OKU Sumsel. Ia mengungkapkan, penggunaan PID sangat penting untuk variasi pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Siswa dinilai tidak mengalami kesulitan beradaptasi karena sistem operasinya yang berbasis Android sudah familiar bagi mereka.
Nada serupa juga katakan Desi Huswinda, Kepala SDN 6 Pemulutan Barat, OKU, Sumsel. Desi melihat PID sebagai alat penting untuk menciptakan suasana kelas yang lebih dinamis dan menyenangkan bagi siswa. Menurutnya, kehadiran sarana ini merupakan langkah nyata dalam memberikan akses pendidikan yang setara bagi siswa di pedesaan.