Jakarta— Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) telah dimulai sejak 24 Agustus hingga 5 Oktober 2025. Sampai tanggal 3 September 2025, lebih dari 2 juta murid di semua jenjang pendidikan telah mendaftar Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025. Dari sejumlah itu, lebih dari 370 ribu murid telah memilih mata pelajaran pilihan dan siap mengikuti TKA. Satuan pendidikan dapat mendaftarkan peserta didik dan masyarakat bisa mengakses informasinya melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id.
Pelaksanaan TKA sendiri akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari tingkat SMA/K dan yang sederajat pada 1 s.d. 9 November 2025 mendatang. Murid akan mengikuti TKA selama dua hari. Hari pertama untuk mata pelajaran wajib dan hari kedua untuk mata pelajaran pilihan. Usai mengikuti tes, siswa akan mendapatkan sertifikat hasil TKA yang akan diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan berisi nilai yang diperoleh oleh masing-masing peserta didik. Sertifikat itu dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk untuk seleksi masuk ke perguruan tinggi negeri jalur prestasi dan seleksi lainnya di perguruan tinggi dan dunia kerja.
“Jumlah pendaftar ini menunjukkan tingginya minat murid untuk mengukur capaian belajar sekaligus membuka peluang masuk ke seleksi nasional jalur prestasi. Kami mengimbau kepada sekolah dan murid untuk melakukan pendaftaran secepatnya, sehingga peluang untuk memilih jadwal dan mempersiapkan diri menjadi semakin matang.”
Demikian dikatakan Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis dan Pendataan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 di Jakarta, Selasa (2/9) lalu.
Menteri Mu’ti menambahkan bahwa bahwa TKA merupakan upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan layanan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Ia menuturkan TKA akan terus dilaksanakan dan sudah ada perangkat-perangkat aturan yang mendukung pelaksanaan tersebut.
“TKA menjadi terobosan Kemendikdasmen dalam meningkatkan mutu pendidikan dan alat pengukur kemampuan murid dalam bidang literasi dan numerasi,” tutur Abdul Mu’ti.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengimbau murid untuk berkomunikasi dengan orang tua serta guru mengenai minat, potensi serta cita-citanya untuk menentukan mata pelajaran pilihan.
“Lakukan pendaftaran melalui operator satuan pendidikan. Ikuti TKA dengan semangat mengetahui capaian akademik secara berintegritas dan suka cita,” pesan Toni.

Untuk memfasilitasi murid agar siap mengerjakan TKA, BSKAP, Kemendikdasmen, menyediakan fitur “Ayo Coba TKA” di laman pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka yang dapat diakses kapan saja dan tanpa harus membayar.
“Soal-soal TKA diambil dari pelajaran sehari-hari, sehingga murid tidak akan merasa terbebani,” ucap Toni.
Sebagai upaya dalam membangun dan mewujudkan ekosistem pendidikan yang adil, transparan, dan berkualitas, BSKAP menggandeng seluruh pihak untuk bahu membahu dalam menyukseskan pelaksanaan TKA. Pemerintah daerah (Pemda) diharapkan turut memastikan ketersediaan infrastruktur sekolah dalam menunjang pengalaman TKA bagi murid.
Pendataan progres pelaksanaan TKA
Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis dan Pendataan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 bertujuan untuk melakukan progress pengecekan data pendaftaran murid peserta TKA. Rakor ini menghadirkan para peserta yang terdiri dari tim teknis asesmen skala nasional, mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi, Kantor Wilayah Kementerian Agama, dan tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) seluruh provinsi.
“Melalui Rakor ini, kami akan melakukan pendataan infrastruktur di berbagai daerah, dengan begitu para perwakilan dari masing-masing provinsi akan melaporkan kondisi dan kesiapan infrastruktur untuk TKA,” papar Toni.
Toni menambahkan, pelaksanaan Rakor ini sekaligus juga untuk mempersiapkan penulisan soal TKA untuk kelas enam SD dan kelas sembilan SMP. Ia berharap, kesempatan ini juga dapat mendiskusikan permasalahan teknis dan mitigasi resiko pelaksanaan TKA di masing-masing daerah.
“Semoga permasalahan teknis di tiap provinsi dapat menemukan solusi yang efektif dan efisien. Dan juga sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat, sehingga semua murid dapat terfasilitasi dengan baik dan mendapatkan kesempatan yang setara untuk bisa mengikuti TKA,” tutup Toni.