Jakarta– Pendidikan merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul. Karena itu, seluruh unsur pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala dinas, kepala sekolah, hingga guru, harus mengambil peran aktif dan strategis.
“Pendidikan yang merupakan prioritas utama Presiden Prabowo Subianto, tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia Indonesia yang tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan, termasuk disrupsi digital dan perubahan iklim.”
Demikian dikatakan Menter Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, saat membuka Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah Tahun 2026 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Senin (9/2).
Karena pendidikan merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, lanjut Pratikno, seluruh Dinas Pendidikan dan kepala sekolah diharapkan menjadi orkestrator.
“Sekolah harus menjadi media pembelajaran untuk membentuk manusia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga unggul, sehat secara fisik, mental, dan sosial, serta mampu menghadapi disrupsi digital dan perubahan iklim,” ujar Pratikno.
Konsolnas Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2026 yang mengusun tema “Memperkuat Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” menjadi momentum bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam meningkatkan mutu dan pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Konsolnas yang berlangsung selama 3 hari sampai tanggal 11 Februari2026 ini diikuti oleh pimpinan Komisi X DPR RI dan Komite III DPD RI, enam menteri dan kepala lembaga, hingga 76 kepala dinas pendidikan provinsi dan 514 kepala dinas pendidikan kabupaten/kota. Kegiatan ini juga melibatkan organisasi profesi, mitra pembangunan, atase pendidikan, serta pusat-pusat SEAMEO.
Selama pelaksanaan, peserta akan mengikuti sidang sembilan komisi yang membahas isu strategis pendidikan, yakni Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan untuk Semua, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan, Program Digitalisasi Pembelajaran, Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), Evaluasi dan Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (DAPODIK), Penguatan Pendidikan Karakter dan Manajemen Talenta, Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan, Kedaulatan Bahasa Indonesia dan Revitalisasi Bahasa Daerah, dan Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Bimbingan Konseling.
Baca juga : Kemendikdasmen Anggarkan Rp14 Triliun di Tahun 2026 Untuk Guru Non-ASN

Kerjasama dan percepatan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan, Konsolnas menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama, melakukan percepatan, serta ekstensifikasi dan intensifikasi pelaksanaan program pendidikan, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk melanjutkan dan memperkuat program-program prioritas yang telah berjalan sejak tahun 2025.
“Apa yang sudah kami lakukan akan terus kami tingkatkan. Sepanjang tahun 2025, berbagai program telah menunjukkan hasil dan mulai dirasakan dampaknya oleh masyarakat, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan,” ujar Mendikdasmen.
Abdul Mu’ti mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan yang sudah berkontribusi aktif dalam mendukung pelaksanaan program prioritas Kemendikdasmen.
“Dalam pelaksanaan program, kami bekerja sama dengan banyak lembaga, baik di dalam maupun di luar negeri. Atas kerja sama yang telah terbangun, kami menyampaikan terima kasih. Semoga sinergi ini dapat terus diperkuat pada tahun ini dan di masa mendatang,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti memaparkan berbagai capaian program prioritas Kemendikdasmen, di antaranya revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA), penguatan pendidikan karakter, Wajib Belajar 13 Tahun, serta penguatan bahasa dan sastra IndonesiaPada Konsolnas juga digelar pameran pendidikan yang diikuti 24 stan pameran dan gerai layanan terpadu, serta melibatkan 900 peserta dari seluruh Indonesia.
Baca juga : Tahun 2026, Kemendikdasmen Tingkatkan Cakupan PIP, ADEM, Pendidikan Afirmasi dan Inklusi

Selain itu juga digelar simulasi langsung kebijakan pendidikan yang dapat diakses dan dicoba oleh para pemangku kepentingan pendidikan. Simulasi yang digelar antara lain Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dimana siswa dapat mencoba langsung simulasi TKA melalui platform Ayo Coba TKA. Terakhir adalah Simulasi Digitalisasi Pembelajaran di Kelas yang dihadirkan oleh Direktorat SMP melalui rekonstruksi ruang kelas lengkap dengan Papan Interaktif Digital (PID) atau Interactive Flat Panel (IFP). Dalam simulasi berdurasi 45 menit, pengunjung diajak menyaksikan langsung praktik pembelajaran yang memanfaatkan platform Rumah Belajar, laboratorium maya, serta evaluasi berbasis gim interaktif.
.