Jakarta– Tunjangan Profesi Guru (TPG), profesionalisme, dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, yakni 40,34 persen. Dari ketiga faktor tersebut, TPG berpengaruh paling besar, yakni 23,13 persen, sementara profesionalisme 7,09 persen dan motivasi kerja 10,12 persen. Sisanya, yakni 59, 66 persen dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala sekolah, budaya organisasi, sarana prasarana, dan dukungan masyarakat.
Hal itu setidaknya tercermin dari penelitian yang dilakukan Joean Himawan Fadlani Sam Aldia PLGa, Hartono, dan Diana Prihadini dari Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI seperti yang dimuat di Community Engagement & Emergence Journal Volume 6 Nomor 5, Tahun 2025, Hal : 2906-2918 dan bisa diklik di situs https://journal.yrpipku.com/index.php/ceej/article/view/9021/4953.
Penelitian bertajuk “Pengaruh Tunjangan Profesi Guru, Profesionalisme Dan Motivasi Terhadap Kinerja Guru Sekolah Negeri di Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Karawang” ini mengambil sampel sebanyak 376 guru jenjang sekolah dasar dan SMP di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sampel ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik simple random sampling, sementara data dikumpulkan melalui kuesioner Likert, wawancara, dan studi pustaka, lalu dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, dan multikolinearitas
Penelitian yang berlangsung selama Maret hingga Juli 2025 dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif verifikatif untuk menguji hubungan antarvariabel melalui data numerik dan analisis statistik, berdasarkan paradigma positivistik yang menekankan objektivitas.
TPG diukur melalui enam aspek seperti pemberian dan pemanfaatan tunjangan, profesionalisme melalui tujuh indikator seperti kepekaan sosial dan penguasaan materi, serta motivasi berdasarkan lima kebutuhan Maslow, yaitu fisiologis hingga aktualisasi diri. Sedangkan kinerja guru diukur dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, dan tugas tambahan.
Baca juga : Perjuangan Diana Cristiana Da Costa Ati Mengajar di Pedalaman Papua

TPG bukan sekedar kompensasi finansial
Penelitian ini memperlihatkan, bahwa TPG tidak hanya berfungsi sebagai kompensasi finansial, tetapi juga sebagai bentuk penghargaan atas kompetensi dan tanggung jawab guru. Pemberian TPG dianggap mampu meningkatkan kepuasan kerja dan semangat dalam menjalankan tugas dan berkorelasi positif dengan peningkatan disiplin, tanggung jawab, dan motivasi kerja guru.
Namun demikian, hasil penelitian ini menunjukkan, pengaruh signifikan dari TPG ini belum sepenuhnya dominan, mengingat kontribusi variabel tersebut hanya menjelaskan sebagian kecil dari variasi kinerja guru. Hal ini memperkuat teori dua faktornya Frederick Herzberg, bahwa TPG tergolong hygiene factor yaitu mampu mencegah ketidakpuasan, tetapi tidak secara langsung meningkatkan kinerja jika tidak didukung oleh motivasi.
Profesionalisme guru juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hal ini mencerminkan kemampuan guru dalam aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Guru yang profesional bukan hanya menguasai materi dan teknik mengajar, tetapi juga menunjukkan integritas, tanggung jawab moral, serta komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan. Sementara itu, guru yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan semangat kerja, ketekunan, serta kesediaan untuk terus berkembang.
Dapat disimpulkan, TPG, profesionalisme, dan motivasi saling terkait dan saling menguatkan dalam meningkatkan kinerja guru. Oleh karena itu, dalam upaya peningkatan kinerja guru, pemberian TPG harus dibarengi dengan peningkatan profesionalisme melalui pelatihan berkelanjutan, serta dukungan motivasional melalui penguatan sistem insentif dan iklim kerja yang positif.