Jakarta- Kinerja penggunaan anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tahun 2025 masuk dalam kategori sangat baik berdasarkan Indeks Kepuasan Pemangku Kepentingan atau Stakeholder Satisfaction Survei/SSS.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memaparkan sejumlah capaian prioritas nasional tahun 2025 dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1).
Pertama, Meningkatnya akses pendidikan pada kelompok usia 7-18 tahun, akses layanan PAUD, nilai kualitas lingkungan belajar PAUD, dan kebekerjaan lulusan vokasi.
Kedua, Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) berupa program pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan yang semula ditargetkan menyasar 10.440 satuan pendidikan berhasil diperluas menjadi 16.167 satuan pendidikan. Program ini turut memberikan dampak ekonomi yang luas, dengan penyerapan dana konstruksi di 5.273 kecamatan, mendorong aktivitas lebih dari 28 ribu UMKM, serta menyerap sekitar 192.665 tenaga kerja.
Ketiga, di bidang digitalisasi pembelajaran, Kemendikdasmen telah menyalurkan papan interaktif digital (PID), laptop, dan hard disk eksternal kepada 288.865 satuan pendidikan. Dukungan ini dilengkapi dengan penyediaan akses internet bagi 8.152 satuan pendidikan serta layanan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan.
Keempat, Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjangkau sekitar 19 juta peserta didik dari keluarga miskin dan rentan miskin.
Kelima, sebanyak 3.475.896 siswa jenjang SMA/SMK/sederajat telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik.

Keenam, penguatan karakter murid melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) juga terus diperluas dan telah diterapkan di 170.870 satuan pendidikan.
Ketujuh, dalam upaya meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan, Kemendikdasmen menyalurkan berbagai tunjangan bagi guru non ASN, antara lain Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi 400.179 guru, Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi 43.259 guru, insentif bagi 365.542 guru, serta Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi 253.407 guru PAUD Nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.
“Kami juga memastikan penyaluran tunjangan guru ASN daerah, baik TPG, TKG, maupun tambahan penghasilan melalui belanja DAK Non Fisik, dilakukan secara langsung ke rekening guru,” tambah Abdul Mu’ti.
Kedelapan, Pendidikan Profesi Guru (PPG) telah diikuti oleh 804.157 guru tertentu, terdiri atas 254.719 guru ASN daerah dan 549.438 guru non-ASN. Untuk penguatan kompetensi, berbagai pelatihan juga telah dilaksanakan bagi 69.868 fasilitator dan guru, mencakup pelatihan guru BK, pengajaran coding dan kecerdasan buatan, Bahasa Inggris, hingga kepemimpinan sekolah. Pemerintah juga memberikan program peningkatan kualifikasi S1/D4 bagi 12.500 guru yang ditargetkan lulus pada tahun 2026.
Kesembilan, di bidang kebahasaan, Kemendikdasmen mencatat capaian bersejarah ketika Bahasa Indonesia untuk pertama kalinya digunakan secara resmi dalam pidato pada Sidang Umum ke-43 UNESCO di Samarkand, Uzbekistan, pada November 2025. Capaian ini menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi ke-10 UNESCO.