Beberapa waktu lalu, Puslapdik menyelenggarakan sayembara menulis Kisah Inspiratif program Puslapdik dan telah diumumkan penulis yang terpilih dari kategori guru, siswa penerima PIP, siswa penerima ADEM, mahasiswa penerima beasiswa Unggulan, dan mahasiswa penerima BPI GTK. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, hasil karya tulisnya akan dimuat secara bergiliran di laman Puslapdik.
Perkenalkan, saya, A. Asmaul Husnah, dari SMAN 9 Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Saya lahir dan tumbuh di keluarga sederhana yang selalu mengajarkan arti kerja keras. Sejak kecil, saya memahami bahwa setiap kebutuhan harus dipenuhi dengan usaha dan pengorbanan. Saya juga memahami, tidak semua anak berangkat ke sekolah dengan kondisi yang sama. Ada yang melangkah dengan segala kemudahan, ada pula yang harus belajar memahami keterbatasan sejak usia dini. Saya termasuk yang kedua. Namun, keterbatasan itu tidak pernah menghentikan saya untuk bermimpi.
Di tengah kondisi tersebut, saya beruntung menjadi salah satu penerima Program Indonesia Pintar (PIP) saat duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu, saya belum benar-benar memahami arti sebuah bantuan pendidikan. Namun, saya melihat bagaimana bantuan tersebut mampu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah saya. Perlengkapan belajar, seragam, dan berbagai kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi dengan lebih baik.
Dari situlah saya mulai menyadari bahwa pendidikan adalah kesempatan berharga yang harus dijaga. Memasuki jenjang SMP, saya tidak lagi menerima bantuan PIP. Meski demikian, semangat untuk belajar dan berkembang tidak pernah berkurang. Saya tetap berusaha aktif mengikuti kegiatan sekolah dan membangun kemampuan diri melalui berbagai pengalaman yang ada. Saya percaya bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti melangkah.
Perjalanan pendidikan saya berlanjut hingga SMA. Saya aktif dalam OSIS, PMR, Lentera Literasi, Forum GenRe Kabupaten Sinjai, serta berbagai lomba, webinar, dan kegiatan sosial yang membantu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kepedulian terhadap masyarakat. Saya senang mencari ruang belajar yang tidak selalu tersedia di dalam kelas. Saya mengikuti seminar dan pelatihan untuk bertemu dengan gagasan, pengalaman, dan sudut pandang baru yang bisa saya bawa pulang sebagai bekal. Dalam Seminar Kesehatan dan Donor Darah, saya bahkan mendapat penghargaan sebagai peserta aktif dari pemateri karena keterlibatan saya selama kegiatan. Tahun 2026 ini, saya berhasil jadi Duta Pelajar kategori Sejarah Kabupaten Sinjai dan juga Duta Genre sebagai Juara Favorit 2.
Baca juga : Inspirasi Dari Yehezkiel Paudi: Mimpi Tak Mengenal Batas Negara
Ketika duduk di kelas XI SMA, saya kembali menjadi penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Bagi sebagian orang, bantuan ini mungkin hanya dianggap sebagai dukungan biaya pendidikan. Namun bagi saya, PIP memiliki makna yang jauh lebih besar. Dana bantuan yang saya terima membantu memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan, mulai dari perlengkapan sekolah, buku, biaya transportasi, hingga menunjang berbagai kegiatan pengembangan diri yang saya ikuti.
Dengan adanya bantuan tersebut, saya dapat lebih fokus belajar dan aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi serta kegiatan sosial tanpa terlalu khawatir terhadap keterbatasan biaya.
Melalui perjalanan ini, saya belajar bahwa bantuan pendidikan berupa PIP itu bukan sekadar angka yang diterima dalam rekening. Bantuan pendidikan adalah bentuk kepercayaan, bahwa setiap anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga sederhana, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Hari ini saya masih seorang pelajar di SMAN 9 Sinjai. Saya masih memiliki banyak mimpi yang ingin diwujudkan dan banyak hal yang ingin saya pelajari. Namun satu hal yang saya yakini, setiap kesempatan yang diberikan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Bagi saya, Program Indonesia Pintar adalah salah satu kesempatan berharga tersebut. Ketika kesempatan itu mengetuk kembali, saya tidak hanya membuka pintunya untuk diri saya sendiri, tetapi juga menjadikannya motivasi untuk terus belajar, berprestasi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.