Jakarta- Sebanyak 1.918 satuan pendidikan diketahui telah terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 lalu. Merujuk pada data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 23 Agustus 2026 lalu, satuan pendidikan terdampak berada di 97 kecamatan pada 7 kabupaten. Sebanyak 344 satuan pendidikan terdampak merupakan penerima program revitalisasi 2025/2026. Kerusakan terbanyak berada di Kabupaten Manggarai yakni sebanyak 1.887 ruang kelas, disusul Nagekeo (1.487) dan Manggarai Timur (1.200).
Merujuk data Kemendikdasmen per 23 Agustus 2026, sebanyak 665 bangunan satuan pendidikan dan 6.927 ruang kelas rusak berat. Akibatnya, pembelajaran 141.207 siswa terhenti karena 1.221 sekolah diliburkan. Sementara 37 sekolah menjalankan pembelajaran darurat dan 295 sekolah melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan 1.568 sekolah belum tertangani sama sekali.
Kemendiksasmen telah menerima usulan dari 785 sekolah akan kebutuhan Ruang Kelas Darurat (RKD) sebanyak 2.908 unit. Hingga Minggu (30/8), tenda yang sudah terpasang untuk memenuhi kebutuhan RKD sebanyak 89 buah tenda, 9 tenda dalam proses pengiriman ke sekolah dari Pos Logistik Pendidikan Manggarai Timur dan 2 tenda dalam proses pengiriman dari POS Logistik Labuan Bajo.
Pemenuhan kebutuhan akan RKD tersebut merupakan salah satu upaya Kemendikdasmen Hingga saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk percepatan pemulihan layanan pendidikan fase pertama (0-14 hari) di Flores. Upaya Kemendikdasmen lainnya pada dua minggu pertama pascagempa adalah melengkapi pendataan kebutuhan 306 sekolah yang belum mengisi, membuka akses ke 22 sekolah yang belum terjangkau, mendirikan ruang kelas darurat pada 10 sekolah prioritas, menyalurkan school kit dan family kit tahap pertama, serta memverifikasi 630 sekolah dengan selisih kategori kerusakan.
Pada fase kedua, yakni transisi pembelajaran, tim pendampingan psikososial, salah satunya dari Universitas Diponegoro (Undip), yakni Diponegoro Disaster Assistance Response Team (D-DART) Undip dikirim ke wilayah terdampak gempa untuk menyapa para korban dan membantu meningkatkan motivasi murid di 1.221 satuan pendidikan yang terhenti proses pembelajarannya untuk kembali belajar. Salah satunya ke SD Woe Natarandang, Bejawa di Kabupaten Ngada.
Pada masa transisi pembelajaran di dua minggu hingga tiga bulan ke depan, Kemendikdasmen akan melakukan perbaikan sanitasi dan melakukan asesmen teknis kerusakan oleh tim ahli bangunan. Berdasarkan data yang dihimpun Tim Sekretaris Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), kerusakan tidak berhenti di ruang kelas melainkan juga atas 418 laboratorium, 1.928 unit toilet, dan 370 rumah dinas guru.

Partisipasi semesta
Bencana gempa bumi di Flores juga mengundang banyak simpati dari berbagai kalangan. Salah satunya dari Yayasan Plan Indonesia, sebuah organisasi yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, serta bekerja untuk menciptakan dunia yang adil dan setara bagi semua anak tersebut memberikan terpal dan kebutuhan logistik. Yayasan Plan Indonesia mendistribusikan 300 ribu liter air untuk water trucking terutama di wilayah Lambaleda Utara, Manggarai Timur serta pengecekan kesehatan kepada para penyintas.
Selain itu, untuk menunjang sektor pendidikan, Yayasan Plan Indonesia juga mulai membangun ruang belajar sementara di Kabupaten Nagekeo dan akan dilakukan pelatihan pendidikan situasi darurat.
Merespons adanya berbagai bantuan dari perguruan tinggi dan organisasi, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan, bencana Flores mengingatkan, bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi semesta bukan sekadar slogan, tetapi harus hadir dalam tindakan nyata. Ketika perguruan tinggi mengirimkan mahasiswa untuk pendampingan psikososial, organisasi kemanusiaan membantu memenuhi kebutuhan dasar, dan masyarakat ikut bergerak, kita sedang membangun kekuatan bersama untuk mempercepat pemulihan pendidikan di Flores.
“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah hadir dan bergerak bersama untuk membantu pemulihan pendidikan di Flores,” ujarnya