Beberapa waktu lalu, Puslapdik menyelenggarakan sayembara menulis Kisah Inspiratif program Puslapdik dan telah diumumkan penulis yang terpilih dari kategori guru, siswa penerima PIP, siswa penerima ADEM, mahasiswa penerima beasiswa Unggulan, dan mahasiswa penerima BPI GTK. Sebagai salah satu bentuk apresiasi, hasil karya tulisnya akan dimuat secara bergiliran di laman Puslapdik.
Perkenalkan, saya Nia Rizki Amalia. Saya berasal dari keluarga sederhana di Klenten, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan. Kabupaten Banyuasin ini wilayahnya mengelilingi Kota Palembang.
Ayah saya berprofesi sebagai pengemudi ojek Online, sedangkan ibu saya menjual jasa cuci dan setrika. Walaupun pekerjaan mereka tidak selalu memberikan penghasilan yang pasti, keduanya selalu mengusahakan agar saya dapat mengenyam pendidikan dan mengejar cita-cita.
Saya bersyukur telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) sejak Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama. Bantuan PIP ini sangat berarti bagi saya dan keluarga karena membantu memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan di tengah kondisi ekonomi yang terbatas. Namun ketika lulus SMP dan mendaftar masuk SMA ke SMA Negeri 14 Palembang, muncul rasa cemas. Penyebabnya, saya tidak yakin bahwa saya masih akan menjadi penerima Program Indonesia Pintar di Jenjang SMA dan orang tua kesulitan memenuhi biaya pendidikan.
Akhirnya rasa cemas saya sirna, ketika saya menempuh kelas X tetap menerima PIP. Saat itu, rasanya saya bersyukur dan senang sekali mendapatkan bantuan tersebut. Bagi saya, PIP bukan hanya sekedar bantuan biaya pendidikan, melainkan sebuah harapan dan kesempatan untuk terus melangkah mengejar cita-cita yang selama ini saya impikan. Saya menganggap bantuan ini sebagai jawaban atas doa-doa yang selama ini saya panjatkan.
Baca juga : Inspirasi Dari Aziz Putra Sadhevi : Pendidikan Sebagai Jalan Pulang untuk Menebar Manfaat
Dana PIP saya manfaatkan untuk kebutuhan sekolah, mulai dari membeli alat tulis, sepatu, tas, seragam sekolah, dan kebutuhan lainnya. Bantuan PIP ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar dan meraih prestasi. Bantuan PIP juga memberikan ketenangan bagi saya dalam menjalani proses belajar. Dengan demikian, saya dapat lebih fokus mengikuti pembelajaran dan mempersiapkan diri untuk hasil yang terbaik.
Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah akhir dari sebuah impian. PIP telah menjadi salah satu alasan saya dapat terus melangkah dan bertahan dalam menempuh pendidikan. Saya berharap program ini dapat terus berlanjut agar semakin banyak siswa dari keluarga kurang mampu dapat merasakan manfaatnya, sebagaimana yang saya rasakan saat ini. Saya pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kepeduliannya terhadap dunia pendidikan. Saya berjanji akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan terus belajar, berprestasi, dan terus berusaha menjadi pribadi yang bisa membanggakan kedua orang tua serta memberikan manfaat bagi masyarakat di masa depan.