Jakarta- Sebanyak 23.814 siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di jenjang SMA/SMK/MA berhasil lolos Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026 dan eligible atau memenuhi syarat untuk memperoleh bantuan pendidikan KIP Kuliah.
Dalam pengumuman SNBT 2026 pada 25 Mei 2026 lalu, disebutkan, prosentase siswa penerima PIP yang lolos SNBT dan eligible memperoleh KIP kuliah itu mencapai 60 persen dari total pendaftar KIP Kuliah yang lulus SNBT, yakni 86.118 peserta. Sementara itu, pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBT dan eligible memperoleh KIP Kuliah namun bukan penerima PIP jenjang SMA sebanyak 15.848 peserta atau 40 persen.
Secara keseluruhan, total pendaftar KIP Kuliah yang lulus SNBT yaitu 86.118 pelamar. Namun, dari jumlah tersebut, hanya 39.662 pendaftar KIP Kuliah yang memenuhi syarat. Sementara, 46.456 lainnya tidak layak menerima KIP Kuliah.
Dalam pengumuman itu juga disebutkan, perguruan tinggi negeri penerima KIP Kuliah jalur SNBT 2026 terbanyak adalah Universitas Negeri Medan (1.754 pendaftar), Universitas Negeri Padang (1.418), dan Universitas Nusa Cendana (1.289).
Dari 23.814 siswa penerima PIP jenjang SMA yang lolos SNBT dan eligible menerima KIP Kuliah itu, sebanyak 6.350 pendaftar terdata Desil 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), 6.236 pendaftar di Desil 3, 6.120 di Desil 1 dan 5.108 berada di Desil 4.
Baca juga : 21.995 Siswa Penerima PIP Lolos Seleksi KIP Kuliah di SNBP 2026

Jalur SNBP
Sebelumnya, pengumuman hasil Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) pada 31 Maret 2026 lalu, sebanyak 21.995 siswa penerima PIP di jenjang SMA dinyatakan lolos SNBP dan eligible sebagai penerima KIP-Kuliah Tahun 2026.
Jumlah siswa penerima PIP jenjang SMA itu merupakan 67 persen dari penerima KIP Kuliah keseluruhan yang lolos SNBP dan eligible sebagai penerima KIP Kuliah. Sisanya, yakni 11.050 siswa bukan penerima PIP.
“Total ada 64.471 pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBP, dari sejumlah itu, 33.45 peserta yang memenuhi syarat untuk menerima KIP Kuliah, termasuk 21.995 peserta yang sebelumnya sudah menerima PIP saat SMA,” kata Sandro Mihradi, Plt.Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Kami prioritaskan siswa penerima PIP dari desil 1 yang sangat miskin sebagai prioritas utama, desil 2 yang miskin sebagai prioritas tinggi,desil 3 yang hampir miskin sebagai prioritas menengah dan desil 4 yang rentan miskin sebagai prioritas terbatas, “ jelas Sandro.
Dari sebanyak 21.995 penerima PIP tersebut, lanjut Sandro, terbanyak berasal dari desil 2 yakni sebanyak 5.998 peserta dan desil 3 sebanyak 5.835 peserta.
Dengan selesainya proses seleksi di SNBP dan SNBT tersebut, total ada sebanyak 45.809 penerima PIP jenjang SMA yang menerima KIP Kuliah diperguruan tinggi negeri, yakni 23.814 siswa di jalur SNBT dan 21.995 sisw di jalur SNBP.